• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

Garis Kehidupan

 on Jumat, 12 Agustus 2016  

Salah satu hal tersulit yang bisa kita lakukan adalah melepas orang yang begitu kita cinta dan sayangi semisalnya ditinggal atas kepergian orang tua atau sanak saudara karena di panggil oleh tuhan lewat kematian, pada masa-masa pacaran lalu putus hubungan karena hal yang sangat prinsipil atau hal lainnya adalah melepas kepergian sesorang ke tempat perantauan nun jauh sehingga tidak mudah untuk bertemu bahkan komunikasi. Banyak ragam orang tentunya yang mengalami kejadian dan peristiwa yang myebabkan kesediahan, ketidak ikhlasan bahkan penyesalan. 

Ketika sirine ambulan itu meraung-raung sepanjang jalan menyusuri gelapnya malam mengantar sang ayah tercinta terbujur kaku dengan bekas lobang jarum dan selang di sekujur tubuhnya yang sudah pucat pasif menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Lantunan ayat-ayat kitabullah lah yang setia menemani hari-hari terakhir perjuangannya dalam menghadapi dua sisi kehidupan. Satu orang pun dari keluarga tidak diperbolehkan menemaninya terkecuali tim dokter dan perawat yang boleh masuk keruangan untuk memberikan tindakan medis, hal ini dikarenakan kondisi Jantung yang sudah kritis. 
Do'a dan harapan yang di mohonkan keluarga kepada tuhan atas kesembuhan dan kesehatan dari balik dinding ruangan khusus itu. Pukul 01.00 WIB anak laki-laki pertamanya diperbolehkan masuk oleh ketua tim dokter yang menagani untuk membantu memberikan penguatan setelah tim dokter berusaha semaksimal mengembalikan kerja jantung kembali normal. Tuhan berkehendak lain pukul 01.35 isak tangis pecah menghantar kepergian Ayah tercinta menghadap sang khalik, terselip pesan terakhir yang terucap dari Ayah kepada anak laki-laki pertama untuk menjaga adik-adiknya. Tidak ada wasiat lain yang terucap hanyalah beban atas anak-anaknya belum terselesaikan sebagai orang tua. 
Itulah takdir sesorang yang sudah di tetapkan Tuhan untuk melewati beberapa kehidupan dalam dunia yang berbeda. Kita yang hidup akan berpisah dengan kehidupan ini lewat kematian dan menuju kehidupan yang baru, tetapi orang yang kita kasihi walaupun berbeda kehidupan tentunya tidak akan terputus dimana hanya ruang dan waktu yang berbeda lah yang memishakan raga ini.
Jauh mengikuti perkembangan teknologi yang tercipta saat ini, kebanyakan orang melepas kepergian itu dengan keunikan-keunikan yang mungkin memberikan kesan tersendiri. Bepergian dari pulau ke pulau dengan kapal penumpang besar lintas lautan bahkan samudra atau menggunakan pesawat terbang yang membelah langit yang tidak berujung. Saat kapal hendak berlayar, para penumpang akan berbaris di dek kapal, di sisi dermaga di mana keluarga dan sahabat mereka berdiri.
Tatkala ketika kaki melangkah panjang menandakan keberangkatan, mereka yang di ditinggalkan akan melambaikan tangan, memberikan ciuman dari jauh, dan meneriakkan salam perpisahan mengantar kepergian yang perlahan menjauh. 
Tak lama, bis itu keluar meninggalkan lokasi keberangkatan menuju bandar udara internasional, berat rasanya meninggalkan orang-orang yang kita kasihi dan sayangi akan tetapi harus mampu ditepisnya perasaan itu demi masa depan yang di cita-citakan menjadi tenaga yang profesional dan sukses. Bergetar rasanya ketika terbayang air mata yang meleleh dari pelupuk mata sang kekasih ketika enggan merelakan kepergian kita.
Beberapa menit kemudian, bis itu bahkan terlalu jauh untuk bisa melihatnnya, namun masih saja orang-orang yang mengasihi akan tetap di tempat sambil menatap bis yang kian melenyap, dimana orang yang mereka cintai berada. Kemudian bis akan mencapai suatu titik dan menghilang, lalu lenyap sama sekali. Namun, walaupun keluarga dan yang terkasih di lokasi yang jauh dan tidak bisa melihat orang yang mereka kasihi lagi, apalagi bicara atau menyentuh mereka, mereka tahu bahwa orang yang mereka kasihi tidak lenyap sepenuhnya. Mereka hanya pergi melintasi suatu garis, ruang dan waktu yang memisahkan. Mereka tahu bahwa mereka akan berjumpa lagi.
Hal yang sama bisa dikatakan tatkala orang yang kita cintai memutuskan hubungan kasih sayang. secara kasat mata semuanya lenyap namun kita percaya mereka itu tidak hilang namun hanya terpisah oleh garis pembatas yang memisahkan kehidupan ini, kita tahu bahwa mereka belum lenyap sama sekali dan yakinlah kasih sayang itu tidak akan terputus.

Semoga Diberi Kekuatan dan Keikhlasan Amiiin...

Garis Kehidupan 4.5 5 Raspati Jumat, 12 Agustus 2016 Salah satu hal tersulit yang bisa kita lakukan adalah melepas orang yang begitu kita cinta dan sayangi semisalnya ditinggal atas kepergi...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar